Gejala Hamil Anggur, Penyebab Serta Cara Penanganannya

Posted on

Apa itu hamil anggur? pasti kalian sudah pernah dengar  bukan istilah ini? ya kali ini kita akan membahas soal hamil anggur ya temen-temen

Hamil anggur atau disebut juga dengan istilah medisnya Mola hydatidosa merupakan kehamilan yang gagal. Sel telur yang sudah berhasil dibuahi seharusnya bertumbuh menjadi plasenta dan janin, namun seiring berjalannya waktu, sel telur gagal berkembang dan akhirnya malah membentuk sekumpulan kista yang berbentuk menyerupai anggur putih. Tidak banyak/sangat jarang ibu hamil yang mengalami kondisi kelainan ini. Namun, hamil anggur sebaiknya segera ditangani agar tidak berkembang menjadi penyakit yang serius, salah satunya penyakit trofoblastik gestasional yang hanya bisa disembuhkan dengan cara operasi atau kemoterapi.

Pada awal kehamilan, hamil anggur sulit terdeteksi karena pada awalnya mirip dengan kehamilan normal. Hamil anggur akan terdeteksi oleh dokter kandungan saat pemeriksaan rutin kehamilan. Seseorang yang pernah mengalami hamil anggur akan lebih berisiko mengalami hamil anggur kembali di kemudian hari.

Setelah mengetahui bahwa anda positif hamil, segera periksakan diri ke dokter kandungan secara rutin, setidaknya sebulan sekali. Pemeriksaan tersebut bertujuan mengetahui kondisi perkembangan janin sekaligus mendeteksi jika ada kondisi yang tidak normal, baik pada janin maupun pada rahim. Pemeriksaan ke dokter kandungan di luar jadwal kontrol juga perlu dilakukan jika anda merasakan gejala hamil anggur. Anda perlu waspada jika pernah mengalami hamil anggur, karena berisiko mengalaminya lagi.

Gejala-gejala hamil anggur

Tanda-tanda dari hamil anggur awalnya sama dengan kehamilan normal. Namun seiring bertambahnya usia kehamilan, hamil anggur (mola hydatidosa) bisa ditandai dengan gejala khusus, seperti berikut:

  • Perdarahan dari vagina pada trimester pertama. Perdarahan ini terkadang mirip dengan perdarahan implantasi.
  • Mual dan muntah yang sangat parah.
  • Perkembangan rahim yang sangat cepat, melewati batas normal pada usia kehamilan tertentu.
  • Keluarnya cairan berwana kecoklatan atau gumpalan-gumpalan seperti anggur dari dalam vagina.
  • Rasa nyeri atau tekanan pada dasar panggul, yang cukup jarang dialami
  • Timbulnya gejala-gejala penyakit hipertiroid seperti kelelahan, gugup, detak jantung tidak teratur, dan keluarnya keringat berlebihan

Jika ibu hamil mengalami gejala di atas, maka segera periksakan diri ke dokter, biasanya dokter akan mendeteksi tanda-tanda lain dari hamil anggur seperti berikut:

  • Hipertensi/ Preeklampsia dini di minggu-minggu awal kehamilan
  • Anemia
  • Munculnya kista ovarium
  • Peningkatan aktivitas kelenjar tiroid/Hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif dan menghasilkan hormon tiroksin secara berlebihan)
  • Tidak ada gerakan dan denyut jantung janin yang terdeteksi
  • Peningkatan kadar hCG
Sangat disarankan pemeriksaan diri rutin ke dokter kandungan saat pemulihan setelah hamil anggur. Tanyakan kepada dokter kapan boleh hamil kembali setelah mengalami hamil anggur.

Penyebab hamil angur

Hamil anggur disebabkan karena adanya ketidakseimbangan kromosom selama kehamilan. Berdasarkan penyebabnya, hamil anggur dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

  • Hamil anggur lengkap

Kondisi ini terjadi ketika sel telur yang tidak mengandung informasi genetika dibuahi oleh sperma dan gagal berkembang menjadi fetus, melainkan tumbuh menjadi sekumpulan jaringan abnormal yang disebut mola, yang lama kelamaan dapat memenuhi rahim.

  • Hamil anggur parsial/sebagian

Kondisi ini terjadi bila satu sel telur dibuahi oleh dua sperma secara bersamaan. Akibatnya, jaringan plasenta akan berkembang secara tidak normal dan berubah menjadi mola, sedangkan jaringan fetus yang berhasil berkembang akan mengalami kecacatan atau kelainan yang serius.

Faktor Risiko Hamil Anggur

Terdapat beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seorang wanita mengalami hamil anggur (mola hydatidosa), di antaranya yaitu:

  • Hamil di usia lebih dari 35 tahun
    Risiko hamil anggur cenderung lebih tinggi pada wanita yang hamil di atas usia 35 tahun, atau di bawah 20 tahun juga lebih berisiko mengalami hamil anggur.
  • Mempunyai riwayat hamil anggur sebelumnya
    Seseorang yang pernah mengalami hamil anggur sebelumnya juga berisiko mengalami hamil anggur pada kehamilan berikutnya.
  • Pernah mengalami keguguran
    Seorang wanita yang pernah keguguran lebih berisiko mengalami hamil anggur dibanding mereka yang tidak

Diagnosis hamil anggur

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tanda awal hamil anggur hampir sama dengan kehamilan yang normal  pada umumnya. Ibu hamil biasanya akan terdeteksi mengalami hamil anggur saat pemeriksaan rutin kehamilan. Tanda awal yang nampak adalah pembesaran perut yang tidak sesuai dengan usia kehamilan. Kemudian dokter kandungan dapat mendeteksi hamil anggur (mola hydatidosa) melalui USG kehamilan dan pemeriksaan darah. Pada pemeriksaan darah, dokter akan melihat kadar hormon kehamilan chronic gonadotropin (HCG). Penderita hamil anggur akan memiliki kadar hormon yang lebih tinggi dari seharusnya.

Pada pemerikaan USG kehamilan, sekitar usia minggu ke-8 atau ke-9 kehamilan, dokter kandungan akan menemukan tanda di bawah ini bila ibu hamil mengalami hamil anggur lengkap:

  • Tidak ada janin di dalam rahim.
  • Tidak terlihat air ketuban.
  • Muncul kista ovarium.
  • Plasenta menebal hampir memenuhi rahim.
  • Plasenta berbentuk seperti sekumpulan buah anggur.

Pada wanita yang mengalami hamil anggur parsial, pemeriksaan USG kehamilan bisa menunjukkan:

  • Pertumbuhan janin yang terhambat.
  • Cairan ketuban sedikit.
  • Plasenta menebal.

Setelah didiagnosis mengalami hamil anggur, dokter akan menyarankan penderita melakukan pemeriksaan darah lainnya untuk mengetahui apakah penderita mengalami preeklamsia, hipertiroidisme, atau anemia.

Penanganan hamil anggur

Sebagian besar penderita hamil anggur (mola hydatidosa) akan mengalami keguguran spontan. Keguguran tersebut biasanya mengeluarkan jaringan yang berbentuk gumpalan-gumpalan yang menyerupai sekumpulan buah anggur. Jika tidak mengalami keguguran, dokter akan melakukan tindakan penanganan secepatnya untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih buruk.

Tindakan yang dapat dilakukan dokter kandungan antara lain sebagai berikut:

  • Tindakan kuret

Dalam melakukan kuret, dokter akan melebarkan serviks dan mengangkat jaringan abornmal dengan alat khusus. Prosedur ini merupakan pilihan paling baik jika penderita berencana untuk hamil kembali.

  • Tindakan histerektomi

Histerektomi merupakan tindakan pengangkatan rahim. Prosedur ini hanya dilakukan pada penderita yang tidak berencana hamil lagi atau berisiko tinggi mengalami penyakit berbahaya seperti gestational trophoblastic neoplasia.

  • Tindakan pemulihan

Setelah kuret, sel abnormal bisa saja masih tertinggal di dalam rahim. Sel tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa bulan. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan penanganan lebih lanjut untuk menghilangkannya. Untuk memastikan sel abnormal sudah hilang, penderita perlu menjalani pemeriksaan kadar HCG, melalui tes darah dan urine. Kadar hormon tersebut seharusnya kembali normal setelah pengangkatan jaringan abnormal. Jika kadar hormon tetap tinggi, berarti masih ada sel yang abnormal tersisa dalam rahim. Pemeriksaan ini dilakukan selama 6 bulan hingga satu tahun pasca mengalami hamil anggur. Di samping itu, penderita juga disarankan tidak hamil dulu dalam waktu satu tahun setelah mengalami hamil anggur.

Komplikasi hamil anggur

Ada beberapa komplikasi yang bisa timbul setelah mengalami hamil anggur (mola hydatidosa), antara lain yaitu:

  • Gestational trophoblastic neoplasia

Komplikasi ini lebih banyak terjadi pada penderita hamil anggur lengkap, yang ditandai dengan HCG yang tetap tinggi setelah kuret. Gestational trophoblastic neoplasia terjadi ketika sel abnormal masuk ke bagian tengah dinding rahim.

  • Choricarcinoma

Choriocarcinoma merupakan bentuk kanker dari gestational trophoblastic neoplasia. Meski jarang terjadi, kanker ini lebih sering dialami penderita hamil anggur lengkap.

  • Mengalami hamil anggur kembali

Penderita hamil anggur berisiko mengalami hamil anggur kembali pada kehamilan berikutnya. Risiko ini lebih tinggi jika dialami penderita yang sudah mengalami beberapa kali hamil anggur atau mereka yang pernah keguguran.

Upaya pencegahan hamil anggur (mola hydatidosa)

Hamil anggur terjadi karena kesalahan gen dalam proses pembuahan. Oleh karena itu, kondisi ini sulit dicegah. Kendati demikian, terdapat beberapa upaya yang bisa dilakukan pada penderita hamil anggur untuk mengurangi kemungkinan terjadinya hal serupa di kehamilan selanjutnya.

Salah satu upaya untuk mengurangi risiko kembali mengalami hamil anggur (mola hydatidosa) adalah menunda kehamilan, setidaknya setahun setelah kuret. Untuk mencegah kehamilan, gunakan alat kontrasepsi. Semua alat kontrasepsi dapat digunakan, kecuali KB spiral.

Pemeriksaan rutin ke dokter kandungan perlu dilakukan jika hamil kembali setelah hamil anggur, untuk memastikan pertumbuhan plasenta dan janin berlangsung normal.

Sekian dari saya, semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi semua temen-temen yang membaca.

Terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *