Mitos dan Fakta Seputar Ibu Nifas atau Ibu Baru Melahirkan

Posted on

Mitos dan Fakta Seputar Ibu Nifas

Dari masa kehamilan hingga melahirkan, kita sangat kerap dihujani dengan berbagai informasi seputar kehamilan dan persalinan. Beberapa di antaranya tidak benar, tetapi telanjur beredar di masyarakat dan menjadi mitos. Salah satu mitos yang berkembang ialah seputar masa nifas. Bagi ibu yang sedang hamil atau baru melahirkan, sangat penting untuk mengenali mitos dan fakta seputar masa nifas.

Berikut merupakan beberapa mitos nifas beserta fakta medisnya:

  • Ibu baru melahirkan akan mengalami depresi

Hampir semua ibu baru memang mengalami mood yang cenderung depresif di hari-hari awal melahirkan. Kondisi ini  disebut dengan baby blues syndrome yang berkaitan dengan perubahan hormon pascapersalinan. Umumnya, baby blues syndrome hanya berlangsung singkat, yakni sekitar dua minggu. Sebagian besar ibu mampu melewatinya tanpa kesulitan selama keluarganya suportif. Depresi bisa terjadi bila keluhan menetap atau bahkan memburuk setelah empat minggu. Meski demikian, kondisi ini hanya terjadi pada sebagian kecil wanita yang baru menjadi ibu.

  • Menyusui membuat berat badan segera turun

Banyak yang bilang, berat badan ibu yang menyusui lebih cepat turun dibanding yang tidak. Jangan cepat percaya mitos nifas ini, karena tubuh tiap-tiap wanita itu berbeda. Berat badan sebagian ibu dapat turun drastis hanya dalam waktu beberapa minggu atau beberapa bulan setelah melahirkan. Sebagian lainnya cenderung lambat dan perlu usaha ekstra untuk kembali ke berat badan sebelum hamil. Meski demikian, ibu tak perlu cepat-cepat melakukan diet setelah melahirkan. Pada bulan-bulan awal, ibu justru membutuhkan kalori ekstra untuk mendukung pemulihan dan menghasilkan ASI yang cukup.

  • Tidak diperbolehkan mandi atau keramas dalam jangka waktu tertentu

Banyak mitos beredar bahwa bersentuhan dengan air dapat menyebabkan masuk angin, sakit kepala, dan nyeri sendi di kemudian hari. Akhirnya, sering kali ibu yang baru melahirkan dilarang mandi atau keramas dalam jangka waktu tertentu. Tentu saja mitos nifas ini sangat keliru, bahkan cenderung merugikan. Mandi dan keramas diperlukan untuk membuat tubuh nyaman dan bersih. Selain itu, mandi dan keramas bertujuan mencegah infeksi kulit dan infeksi pada jahitan operasi atau jalan lahir.

  • Tidak diperbolehkan keluar rumah sebelum 40 hari

Ibu yang baru melahirkan sering dilarang keluar rumah sebelum masa nifas selesai. Katanya, hal ini bertujuan agar tubuhnya betul-betul pulih, apalagi setelah menjalani operasi caesar atau persalinan normal yang sulit. Tetapi, di masa modern seperti sekarang sering kali dibutuhkan untuk keluar rumah sebelum 40 hari. Misalnya saja untuk ibu kontrol pasca persalinan, atau bayi baru lahir kontrol pertama kali. Kontrol ke dokter atau bidan ini penting untuk memastikan kondisi ibu dan bayi selama di rumah benar-benar sehat dan dapat beradaptasi dengan baik.

  • Tidak boleh turun dari ranjang

Salah satu mitos ibu nifas di masyarakat adalah setelah melahirkan, ibu diharuskan berbaring terus di ranjang. Ibu baru memang butuh banyak istirahat. Namun, bila rasanya mampu dan cukup nyaman, sebaiknya segera bergerak dan berjalan. Aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum hamil pun dapat dimulai kembali secara bertahap. Hal ini penting untuk menghindari risiko terbentuknya gumpalan darah akibat tubuh yang kurang aktif.

  • Tidak boleh tidur pagi dan siang

Dalam tradisi lain, ibu baru malah dibatasi istirahatnya dan dilarang tidur pagi ataupun siang. Dikatakan, tidur pagi atau siang akan membuat sel darah putih ibu naik ke mata dan menyebabkan masalah penglihatan. Ini merupakan satu dari sekian mitos nifas yang keliru. Faktanya, pascamelahirkan ibu butuh istirahat yang cukup untuk pemulihan. Terlebih umumnya tidur malam ibu terganggu karena sering menyusui bayi.

Tidur pagi ataupun tidur siang tidak akan menyebabkan sel darah putih naik, gangguan penglihatan, atau efek samping lainnya. Ibu yang baru melahirkan justru disarankan untuk tidur kapan saja ibu bisa tidur (menyesuaikan dengan waktu tidur anaknya), karena ibu yang mengurus bayinya sendiri akan sangat-sangat kekurangan tidur (harus menyusui anak setiap 2-3 jam bahkan di malam hari sekalipun). Bayangkan bahwa orang dewasa harus mendapatkan tidur setidaknya 7-9 jam sehari. Ibu yang baru melahirkan tidak akan bisa memenuhi jumlah tidur ini bila tidak diperbolehkan tidur di pagi dan siang hari juga. Kurang tidur memiliki banyak dampak negatif bagi kesehatan, diantaranya adalah dapat menyebabkan kelelahan, gangguan konsentrasi dan daya ingat, penurunan daya tahan tubuh, mengganggu mood dan menyebabkan depresi, serta meningkatkan risiko terjadinya penyakit-penyakit serius seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, dll.

  • Tidak diperbolehkan berhubungan intim selama 40 hari masa nifas

Patokan empat puluh hari masa nifas sebenarnya berkaitan dengan keluarnya lokia, yakni sisa darah dan lendir dari vagina. Selama lokia belum selesai keluar dan luka jahitan jalan lahir belum sembuh, hubungan intim yang dilakukan pada masa nifas dapat meningkatkan risiko infeksi pada ibu. Selain itu, masa nifas empat puluh hari dianggap sebagai masa pemulihan ketika organ reproduksi wanita kembali seperti sebelum hamil. Masa ini juga merupakan masa adaptasi penting. Ibu baru akan sering merasa kelelahan dan mood berhubungan intim menurun. Namun, umumnya kondisi tersebut lama-kelamaan akan kembali seperti semula.

  • Harus memakai stagen atau korset agar bentuk perut kembali seperti semula

Di Indonesia, pemakaian stagen atau korset cukup populer. Namun, sebenarnya tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa penggunaan stagen akan mengembalikan bentuk perut seperti sebelum hamil. Sebaliknya, penggunaan stagen yang tidak tepat dapat membuat ibu merasa tidak nyaman. Selain itu, beberapa dampak yang mungkin timbul yaitu nyeri, gatal dan ruam kemerahan pada kulit, rahim tertekan sehingga muncul perdarahan berlebihan, serta komplikasi pada ibu yang menjalani operasi caesar. Karenanya, ini merupakan mitos nifas yang tidak perlu ibu percayai lagi.

  • Tidak boleh makan ikan, telur atau daging selama masa nifas

Mitosnya, konsumsi ikan, telur dan daging selama masa nifas dianggap memicu gatal dan keluarnya darah amis pasca persalinan. Faktanya, makanan tersebut dapat membantu memulihkan tubuh ibu pasca melahirkan. Sebab, mereka memiliki kandungan protein sehingga mampu memperbaiki sel-sel yang rusak. Jadi, konsumsi berbagai sumber protein itu wajib bagi ibu setelah bersalin, apalagi bila ibu sebelumnya menjalani operasi caesar atau mendapatkan jahitan di jalan lahir.

  • Tidak boleh banyak minum

Ada sebagian adat yang terdapat kebiasaan melarang ibu yang habis melahirkan untuk banyak minum. Pasalnya, banyak minum dianggap membuat area jalan lahir basah sehingga mengganggu penyembuhan. Mitos setelah melahirkan ini malah membahayakan, karena berisiko membuat ibu baru mengalami dehidrasi. Faktanya, konsumsi cukup air sangat diperlukan ibu baru untuk mendukung produksi ASI.

 

Itulah beberapa mitos dan fakta seputar nifas yang perlu kita ketahui, jangan langsung percaya dan melakukan segala informasi yang ibu terima dan cek terlebih dahulu ke bidan ataupun dokter kandungan yang ibu percaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *