Baby Blues Pada Ibu Hamil Serta Cara Penanganannya

Posted on

Baby Blues Saat Hamil

Berbicara tentang baby blues sindrome umumnya terjadi pada wanita yang baru melahirkan. Ternyata kondisi ini juga bisa terjadi selama masa kehamilan.

Baby blues merupakan sindrom yang menyebabkan seorang wanita mengalami perasaan sedih, lelah, lekas marah, menangis tanpa sebab, mudah gelisah, tetapi sulit untuk mengungkapkannya dan sulit berkonsentrasi. Seluruh perasaan tersebut muncul saat seorang wanita baru memiliki bayi atau tengah menjalani kehamilan.

Perubahan hormon menjadi penyebab utama wanita bisa mengalami kondisi ini. Lantas, bisakah baby blues pada ibu hamil dicegah? Jawabannya bisa. Semua hal itu kembali pada diri ibu masing-masing. Meski perasaan adalah hal yang sulit diterka, nyatanya ada beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindari baby blues.

Gejala baby blues sebenarnya dapat dikenali sejak proses kehamilan. Berikut beberapa gejala baby blues yang dialami oleh ibu hamil:

  1. Cemas berlebih,
  2. sulit tidur,
  3. nafsu makan berkurang,
  4. emosi labil.

 

Penyebab Baby Blues Pada Ibu Hamil

  • Kondisi pernikahan yang kurang baik. Hubungan yang kurang baik dengan suami adalah pemicu kuat stres ibu yang tengah hamil. Hal ini akan mengakibatkan kondisi pernikahan yang memburuk. Ternyata, stres dan depresi yang disebabkan oleh kondisi pernikahan yang buruk ini bukan hanya dapat memengaruhi kehamilan, tetapi juga berpengaruh ke hal lain, misalnya pekerjaan.
  • Mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kekerasan dalam rumah tangga ternyata dapat menjadi pemicu baby blues, bahkan jika tidak hamil pun, hal ini bisa menyebabkan stres atau depresi. Kekerasan yang dialami oleh ibu hamil dapat membuat kehidupan menjadi tidak nyaman dan selalu merasa tertekan
  • Kurangnya dukungan dari suami dan keluarga. Ibu hamil yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga akan memiliki kesehatan mental yang sangat baik. Sedangkan ibu hamil yang tidak mendapat dukungan penuh dari suami dan keluarga bahkan tidak bahagia dengan hubungan pernikahannya cenderung akan lebih mudah stres dan depresi. Seperti yang sudah diketahui, ibu hamil membutuhkan banyak dukungan dan kasih sayang agar kehamilan dapat berjalan dengan lancar dan nyaman
  • Stres karena pekerjaan. Masalah di dalam pekerjaan juga membuat ibu hamil jadi mudah stres. Namun untuk para calon ibu yang memiliki hubungan pernikahan harmonis, hal itu dapat menjadi penangkal sehingga stres tidak berlanjut. Ibu hamil yang didukung pasangannya lebih bisa mengatasi kesulitan yang mereka alami saat bekerja atau situasi lain yang membuat emosi.
  • Masalah hormonal. Saat hamil, ibu mengalami perubahan hormon yang berguna untuk perkembangan janin. Namun, perubahan hormon ini juga diikuti oleh banyak perubahan lain, seperti suasana hati atau perubahan dalam tubuh. Hal ini mungkin menyebabkan ketidaknyamanan saat hamil. Naik dan turunnya hormon ini kemungkinan besar memengaruhi proses kimia di otak sehingga bisa memicu stres hingga depresi. Sehingga terjadi baby blues saat hamil.

Kondisi baby blues jangan dipandang sebelah mata. Jika tidak ditangani, ini akan berlangsung bahkan sampai bayi lahir. Selain itu juga dapat berdampak buruk terhadap kondisi psikologis serta kesehatan ibu dan janin. Kenali penyebab dan gejala baby blues saat hamil agar bisa segera mencari pertolongan professional yang dapat membantu ibu hamil ke luar dari masalah ini.

 

Penanganan Baby Blues Saat Hamil

Baby blues sebenarnya bisa saja terjadi pada wanita yang tengah hamil atau baru melahirkan. Namun, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terjadi dalam jangka waktu panjang, baby blues bisa memberi dampak negatif bagi ibu. Hal ini bisa menyebabkan seorang wanita merasa begitu depresi, sulit tidur, dan nafsu makan berkurang dalam jangka panjang.

Gejala baby blues pada ibu biasanya akan berlangsung selama beberapa minggu. Pada beberapa kasus, kondisi ini biasanya akan membaik dan hilang dengan sendirinya. Sebenarnya, kondisi ini bukan termasuk penyakit tertentu sehingga tidak ada pengobatan khusus untuk mengatasinya. Namun, ada berbagai tips yang bisa diterapkan agar ibu merasa nyaman sehingga sindrom baby blues bisa dicegah, di antaranya:

  • Istirahat dengan cukup. Kunci agar ibu hamil terhindar dari baby blues adalah dengan menjaga kesehatan tubuh. Dengan begitu, ibu akan merasa nyaman dan terhindar dari pikiran negatif yang bisa memengaruhi suasana hati alias mood. Jika merasa lelah, pastikan untuk beristirahat dan hindari konsumsi kafein hanya karena ingin tetap bugar atau meningkatkan mood. Bukannya membuat bahagia, hal ini malah bisa membuat tubuh terasa lebih lelah dan meningkatkan risiko baby blues. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang baru saja melahirkan.
  • Menerapkan pola hidup sehat. Ibu juga bisa menghindari gangguan mood dengan menerapkan gaya hidup sehat. Selain cukup istirahat, pastikan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan mulai lakukan olahraga ringan. Dengan begitu, hormon bahagia dalam tubuh mungkin akan meningkat sehingga risiko baby blues bisa dikurangi. Selain mengonsumsi makanan sehat, ibu juga perlu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Penuhi kebutuhan air putih setiap hari selama ibu menyusui. Ibu juga boleh sesekali menambah kan cairan dengan mengonsumsi minuman segar, seperti jus buah. Namun, pastikan ibu tidak berlebihan dalam mengonsumsi pemanis buatan.
  • Berbicara dan mencurahkan isi hati kepada orang yang dipercayai. Saat pikiran terasa terlalu penuh, cobalah untuk berbicara dengan suami atau orang yang bisa memberi rasa nyaman. Sebab jika dibiarkan, pikiran-pikiran tersebut bisa menyebabkan ibu merasa stres dan berujung pada depresi. Sebaiknya lepaskan seluruh emosi dan perasaan yang dirasakan oleh ibu. Jika ibu perlu menangis, tidak ada salahnya luapkan emosi dengan menangis dan keluarkan semua perasaan negatif yang dirasakan. Dengan begitu, ibu bisa merasakan kondisi yang lebih baik setelahnya.
  • Menulis buku diary. Buku diary juga bisa menjadi alternatif penyembuhan lo. Curahkan semua perasaan ibu selama kehamilan ini ke dalam buku diary. Tulis beberapa momen yang membuat ibu cemas, marah, sedih ataupun senang selama kehamilan ini. Kegiatan tersebut sangat membantu agar lebih mengenal diri sendiri. Ingin lebih lengkap, ibu bisa buat buku diary khusus untuk menuliskan perkembangan calon buah hati selama dalam kandungan. Suatu hari buku diary tersebut bisa menjadi kenangan yang tak terlupakan dan mengingatkan ibu betapa bersyukurnya pernah melalui fase ini.
  • Bicara pada seorang ahli atau datang ke psikolog. Jika dirasa kondisi mulai tidak stabil, ibu perlu berkonsultasi pada tenaga profesional. Tak usah khawatir tentang stigma pergi ke psikolog karena pada dasarnya sama saja dengan pergi ke dokter saat kita merasa sakit secara fisik. Sampaikan semua keluhan yang dialami dan minta saran agar sindrom baby blues dapat diredam. Dengan begitu, seorang tenaga ahli akan membantu ibu hamil menguraikan setiap permasalahan yang biasanya tidak bisa diselesaikan orang awam. Biar nanti mereka akan membantu carikan jalan keluar dari kondisi ini. Ibu tidak perlu mencemaskannya secara berlebih, nikmati saja setiap proses pada masa kehamilan ini.
  • Meluangkan waktu untuk diri sendiri. Ibu bisa melakukan berbagai hal yang menyenangkan untuk diri sendiri. Contohnya menonton televisi atau film kesukaan di rumah, menanam tanaman di pekarangan rumah, jalan-jalan keluar rumah dan lain sebagainya. Jadi, jangan ragu untuk melakukan kegiatan tersebut.
  • Olahraga ringan secara rutin. Selain melakukan kegiatan yang menyenangkan, setelah kondisi tubuh kembali membaik, ibu bisa melakukan olahraga ringan. Mulailah dengan berjalan kaki di sekitar rumah atau taman. Kondisi ini dinilai bisa membantu untuk menurunkan stres maupun depresi yang dialami ibu hamil ataupun ibu setelah melahirkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *