Pregnancy glow dan perawatan kulit

Memang pregnancy glow tidak dapat berlangsung selamanya. Fenomena unik pada ibu hamil ini biasanya akan menghilang setelah usai melahirkan si bayi. Bahkan, sebagian ibu hamil ada yang berhenti merasakan efek pregnancy glow ketika ia masih mengandung. Namun demikian, ibu hamil tidak perlukhawatir dan sedih. Agar kulit senantiasa menawan meski masa-masa pregnancy glow telah terlewati, ada beberapa cara merawat kulit selama hamil yang bisa ibu hamil lakukan, yaitu antara lain:

  •  Rutin menggunakan pembersih wajah (cleanser)

Meningkatnya produksi minyak pada kulit memang bisa membuat kulit terlihat mengkilap dan bersinar. Namun, di sisi lain, hal ini juga berpotensi memicu tumbuhnya jerawat. Untuk mencegahnya, ibu hamil bisa menggunakan pembersih wajah atau cleanser bebas minyak, pewangi, dan alkohol guna membersihkan dan mengurangi kadar minyak di wajah.

  •  Rutin menggunakan pelembap

Kulit ibu hamil mungkin menjadi lebih mudah kering selama mengandung. Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan ivu hamil untuk rutin menggunakan pelembap. Akan tetapi, ibu hamil tidak boleh sembarangan memilih produk pelembab. Agar lebih aman digunakan, ibu hamil disarankan untuk memilih pelembap yang berbahan kimia lembut, tidak mengandung pewangi, serta tidak mengandung minyak atau berlabel non-comedogenic.

  • Rutin mengoleskan tabir surya secara teratur

Jika ibu hamil hendak pergi ke luar rumah, biasakan untuk selalu mengoleskan tabir surya 30 menit sebelumnya. Tujuannya adalah agar ibu hamil terhindar dari berbagai bahaya sinar UV. Agar dapat memberikan perlindungan yang maksimal, pilihlah produk tabir surya yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide karena mampu memberikan perlindungan terhadap segala jenis sinar ultraviolet pada sinar matahari. Pastikan juga produk yang ibu hamil pilih memiliki SPF 30 atau lebih.

  • Jangan sembarangan menggunakan obat jerawat

Kulit yang berminyak dapat membuat ibu hamil rentan mengalami jerawat. Namun, untuk mengatasinya, ibu hamil tidak disarankan untuk menggunakan sembarang obat. Saat hamil, hindarilah pemakaian obat jerawat yang mengadung tretinoin dan retinol karena berpotensi menyebabkan gangguan atau cacat pada janin. Ibu hamil juga disarankan untuk membatasi penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung asam salisilat dosis tinggi. Bila ibu hamil berjerawat, cobalah untuk membersihkan wajah 2 kali sehari dengan air hangat dan sabun berbahan kimia lembut yang tidak menyebabkan iritasi. Jika ingin mengatasi jerawat menggunakan obat-obatan, ibu hamil sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan obat jerawat yang aman digunakan saat hamil.

Selain menerapkan upaya-upaya di atas, menjaga kulit agar terlihat berseri dan merona juga sebaiknya disertai dengan gaya hidup sehat, misalnya konsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, istirahat cukup, perbanyak minum air putih, hindari stres, dan jauhi rokok maupun alkohol. Lakukan pula pemeriksaan kehamilan secara teratur ke dokter kandungan atau bisa juga bidan. Saat menjalani pemeriksaan, ibu hamil dapat meminta saran dari dokter/bidan terkait cara merawat kulit selama hamil serta cara menjaga kesehatan ibu hamil dan si kecil dalam kandungan.