Payudara Nyeri Saat Hamil Serta Cara Mengatasinya

Posted on

Payudara anda sering terasa nyeri saat hamil? apa penyebab dari nyeri payudara tersebut? Apakah itu adalah hal yang normal terjadi saat hamil? Mari sama-sama kita simak penjelasan dibawah ini.

Payudara sakit adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dikeluhkan oleh para wanita. Biasanya, masalah ini muncul menjelang masa menstruasi atau menjadi tanda awal kehamilan. Bagi yang sedang hamil, mungkin sering merasakan sakit di bagian payudara saat ditekan atau bahkan hanya disentuh. Meski dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri payudara saat hamil sebenarnya cukup umum terjadi. Kondisi ini biasanya muncul saat kehamilan berusia 4-6 minggu dan berlangsung selama trimester pertama. Kehamilan dapat menyebabkan banyak perubahan pada tubuh. Salah satunya adalah perubahan hormon. Perubahan inilah yang bisa menyebabkan payudara ibu hamil terasa nyeri.

 

Berikut merupakan perbedaan nyeri payudara  sebagai tanda menstruasi atau tanda kehamilan

  • Nyeri payudara tanda menstruasi

Mengutip dari American Pregnancy, tanda hamil atau menstruasi (haid) memang mirip. Selain sakit payudara, tanda hamil dan PMS lainnya yaitu suasana hati tidak menentu (mood swings), sakit punggung, sakit kepala, sampai sering merasa lapar. Lalu, apakah payudara sakit seminggu sebelum haid merupakan tanda hamil? Nyeri payudara sebelum haid belum tentu sebagai tanda hamil. Pasalnya, nyeri disertai dengan pembengkakan pada payudara tanda PMS umumnya terjadi satu sampai dua minggu sebelum haid dimulai dan mereda setelah menstruasi. Saat diraba, payudara juga mungkin terasa seperti ada jendulannya, padat, dan terlihat lebih berisi. Kondisi ini disebabkan karena hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh naik-turun selama siklus menstruasi. Hormon estrogen menyebabkan saluran payudara membesar. Sementara produksi hormon progesteron menyebabkan kelenjar susu membengkak.

Kedua hal tersebut yang menyebabkan payudara anda terasa nyeri saat sebelum menstruasi (PMS). Rasa nyeri ini berkisar dari ringan sampai parah, dan biasanya yang paling parah terjadi sebelum menstruasi. Rasa sakit ini akan berangsur-angsur membaik selama menstruasi atau setelahnya. Wanita di usia produktif cenderung memiliki gejala nyeri payudara lebih parah. Meski begitu, gejala ini akan berbeda-beda pada setiap orang. Bagi beberapa wanita rasa nyeri yang muncul masih bisa tertahankan. Namun, bagi beberapa wanita lainnya rasa nyeri ini bisa terasa sangat menyakitkan.

  • Nyeri payudara tanda hamil

Kemudian, bagaimana sakit payudara sebagai tanda hamil? Hal yang paling membedakan adalah rasa sakitnya. Nyeri payudara yang berhubungan dengan kehamilan, akan terasa lebih sakit dari saat PMS atau sebelum menstruasi. Selain terasa nyeri, payudara saat hamil juga lebih sensitif, lembut, dan bengkak, Pembengkakan dan kelembutan pada payudara berlangsung selama satu sampai dua minggu setelah pembuahan. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron karena kehamilan. Bahkan, payudara tidak hanya sakit ketika saat hamil, tetapi juga merasakan sensasi kesemutan di daerah sekitar puting susu. Warna kulit di area puting dan areola juga bisa menjadi lebih gelap sebagai persiapan menyusui ketika bayi sudah lahir. Berbeda dengan sakit payudara tanda menstruasi yang akan mereda setelah mulai haid, sakit payudara tanda hamil tidak demikian. Kondisi ini bisa berlangsung cukup lama akibat lonjakan tingkat progesteron dalam tubuh untuk mendukung kehamilan. Bahkan bagi beberapa wanita memiliki nyeri payudara yang berlangung sepanjang masa kehamilan mereka.

 

Penyebab nyeri payudara saat hamil

Pada masa kehamilan trimester pertama, produksi hormon estrogen dan progesteron akan meningkat. Hormon ini berfungsi untuk menunjang tumbuh kembang bayi dalam kandungan, serta mempersiapkan payudara ibu hamil untuk menyusui bayi nantinya. Karena efek hormon ini, aliran darah ke payudara akan meningkat, jumlah kelenjar susu bertambah, dan lapisan lemak di payudara menjadi lebih tebal. Dampaknya tidak hanya membuat payudara membesar, tapi juga menyebabkan payudara terasa nyeri dan lebih sensitif saat disentuh. Meski demikian, ibu hamil tidak perlu khawatir, karena nyeri payudara ini akan mereda secara perlahan saat usia kehamilan memasuki trimester kedua.

 

Berikut perubahan payudara saat hamil sesuai usia kehamilan yang sering membuat terasa sakit:

  • Trimester satu

Pada trimester pertama kehamilan (usia 4-6 minggu), beberapa ibu hamil merasa payudara kesemutan, nyeri, atau lebih sensitif, terutama di area puting. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya kadar hormon progesteron dan aliran darah di payudara. Pembentukan lebih banyak kelenjar susu untuk produksi susu dan perkembangan saluran susu sebagai jalan untuk susu keluar dari payudara juga sudah dimulai. Hal ini membuat ukuran payudara berubah menjadi lebih besar. Selanjutnya, puting dan areola (area sekitar puting yang berwarna gelap) menjadi lebih gelap dan lebih besar serta pembuluh darah di bawah kulit payudara menjadi lebih terlihat. Kelenjar montgomery, yaitu kelenjar yang memproduksi minyak yang berada di sekitar puting juga menjadi lebih terlihat.

Trimester dua

Pada trimester kedua (usia 16 minggu), payudara sudah mampu memproduksi air susu ibu (ASI). Tidak heran jika beberapa ibu mengalami kebocoran payudara dalam jumlah sedikit, cairan keruh yang biasa dikenal dengan nama kolostrum kadang keluar dari puting. Terkadang, puting juga mungkin mengeluarkan darah yang terjadi pada beberapa ibu. Hal ini disebabkan oleh pertumbuhan dan peningkatan jumlah pembuluh darah pada payudara untuk memproduksi susu. Walau kejadian ini normal, tetapi sebaiknya periksakan ke dokter.

Trimester tiga

Pada trimester ketiga kehamilan atau minggu terakhir, puting menjadi lebih besar dan payudara terus berkembang karena sel yang memproduksi susu menjadi lebih besar. Hal ini menyebabkan hormon-hormon tubuh seperti estrogen, progesteron, dan prolaktin yang merangsang kelenjar susu sebagai persiapan menyusui. Hormon progesteron dan human chorionic gonadotropin (hCG) dalam tubuh menyebabkan peningkatan volume darah di seluruh tubuh. Kemudian hormon ini memicu perubahan melanosit atau sel pigmen, yang memberi warna pada puting ibu hamil.

 

Perubahan yang terjadi pada payudara yang sakit saat hamil:

  • Puting

Selain lebih sensitif, ibu hamil akan merasa puting sering kesemutan dan lebih menonjol dari sebelumnya. Bahkan beberapa ibu hamil mengalami rasa sakit di area puting dan payudara saat hamil.

  • Areola

Selain menjadi lebih gelap, areola juga semakin melebar dan membesar selama masa kehamilan. Bila diperhatikan lebih dekat, di permukaan kulit areola terlihat ada benjolan kecil berwarna putih yang merupakan kelenjar keringat. Bukan berarti benjolan itu berbahaya, justru benjolan tersebut menjadi pemasok pelumas di areola untuk membantu proses menyusui nantinya.

  • Pembuluh darah sekitar payudara

Pernah melihat pembuluh darah berwarna kebiruan di permukaan kulit payudara? Itu berfungsi sebagai pembawa nutrisi dan cairan dari ibu ke janin. Meski terlihat menyeramkan, kondisi ini tidak mengganggu perkembangan bayi.

 

Cara mengatasi nyeri payudara saat hamil

  • Minum air putih yang cukup

Ibu hamil  bisa mengatasi nyeri payudara saat hamil dengan minum air putih yang cukup untuk membantu pembuangan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh, mengurangi konsumsi garam, dan mengikuti latihan meditasi atau yoga.

  • Lakukan SADARI

Hal penting yang tidak boleh Bunda lupakan adalah SADARI atau Periksa Payudara Sendiri. Lakukanlah hal ini secara rutin sebagai langkah untuk mendeteksi kanker payudara secara dini.

  • Kompres dengan es atau air dingin

Metode kompres sering kali menjadi cara andalan untuk mengurangi rasa nyeri pada bagian tubuh tertentu. Cara ini diyakini ampuh mengurangi nyeri payudara saat hamil. Ambil handuk yang bersih dan letakkan di bagian dada dan area payudara yang sakit. Selanjutnya, tempelkan sejumlah es batu di atasnya dan biarkan selama beberapa saat. Rasakan sensasi dinginnya dan usahakan untuk tetap rileks. Secara perlahan, rasa sakit di bagian payudara akan berkurang.

  • Mandi air hangat

Bagi ibu hamil yang tidak kuat suhu dingin, bisa melakukan cara lain dengan mandi air hangat. Menurut Patrick Duff, M.D., seorang dokter kandungan asal University of Florida, suhu hangat dapat membantu mengendurkan otot-otot di sekitar payudara yang tegang. Namun, beberapa ibu hamil masih merasakan nyeri setelah mandi air hangat. Maka itu, basuhkan air hangat secara perlahan ke area payudara yang sakit dan berikan jeda beberapa saat sebelum anda melakukannya lagi.

  • Mengganti bra baru

Untuk mengurangi rasa sakit payudara saat hamil, anda perlu mengganti jenis bra yang digunakan sehari-hari. Tipe bra yang menggunakan kawat tidak cocok untuk digunakan saat hamil karena membuat payudara tidak nyaman. Mengutip dari American Pregnancy Association (APA), ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih bra saat hamil, yaitu:

  • Tali bahu bra yang lebar.
  • Cup yang lebar dan penuh (bra full cup).
  • Menambah satu atau dua nomor saat payudara membesar.

Hal-hal di atas bisa menjadi penilaian dalam memilih bra saat hamil agar lebih nyaman ketika beraktivitas.

  • Pakai bra saat tidur

Tidak sedikit wanita yang percaya kalau melepas bra saat tidur dapat membantu menjaga kesehatannya. Namun, khusus bagi para ibu hamil yang mengalami nyeri payudara justru dianjurkan untuk memakai bra saat tidur. Penggunaan bra saat tidur justru dapat membantu mengurangi nyeri payudara yang dialami oleh ibu hamil. Sebab, payudaranya akan ditopang oleh bra sehingga mengurangi tekanan dan rasa sakit yang ditimbulkan. Gunakan bra olahraga atau bra yang berukuran lebih besar agar bisa tidur nyenyak tanpa terganggu dengan nyeri.

  • Tidak sering menyentuh payudara yang sakit saat hamil

Payudara yang terasa sakit saat hamil sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Kurangi menyentuh payudara untuk mengurangi rasa sakit, ini berlaku juga untuk pasangan. Beri pemahaman padanya bahwa payudara Anda sedang sakit sehingga sangat tidak nyaman bila disentuh.

Nyeri payudara saat hamil umum terjadi akibat perubahan hormon, khususnya di trimester awal. Namun, jika payudara terasa sangat nyeri, nyeri berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama, atau terdapat benjolan pada payudara yang terasa nyeri, segera periksakan ke dokter kandungan.

 

Hal yang harus diwaspadai jika payudara sakit saat hamil dengan tanda-tanda berikut:

  • Benjolan di ketiak

Benjola jaringan payudara bisa muncul di area ketiak. Bila anda mengalami hal ini, segera konsultasikan dengan dokter agar bisa diperiksa lebih lanjut. Hal yang ditakutkan yaitu terjadi sesuatu berbahaya, seperti kanker payudara.

  • Benjolan di payudara

Terkadang ada benjolan di payudara dan terasa nyeri saat sedang hamil. Selain sakit, benjolan payudara bisa berwarna merah dan sangat sakit ketika disentuh. Untuk pertolongan pertama, anda bisa mengompres dan memijat payudara secara perlahan. Kondisi benjolan di payudara ini bisa terjadi karena penyumbatan saluran ASI. Bila tidak hilang juga, segera konsultasikan ke dokter.

  • Keluar cairan dari puting

Keluar cairan dari puting ketika hamil adalah kondisi yang wajar bila dilakukan pemijatan. Namun, kalau tiba-tiba cairan keluar tanpa dilakukan pijatan, disertai bau busuk disertai darah, segera konsultasikan ke dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *