Kehamilan Ganda/Gemeli Pada Ibu Hamil

Posted on

Gemeli merupakan istilah medis dari kehamilan kembar atau lebih dari satu janin. Jumlah janin yang dikandung bisa dua, tiga, bahkan empat janin sekaligus atau lebih. Untuk membuat teman-teman lebih nyaman dan aman dalam menjalani kehamilan kembar, mari ketahui fakta penting seputar kehamilan gemeli berikut ini.

 

Jenis-Jenis Kehamilan Kembar
Kehamilan kembar dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Kehamilan kembar identik adalah kehamilan kembar yang terjadi dari satu telur yang dibuahi oleh satu sperma. Kembar identik pada umumnya memiliki ari-ari yang sama, tetapi kantung amnion mereka terpisah pada rahim (pada kasus yang jarang terjadi, kembar identik memiliki satu kantung amnion). Anak kembar identik akan memiliki jenis kelamin yang sama, rupa sama, sidik jari, dan telapak sama. Meskipun demikian, kehamilan ini jarang terjadi.
  • Kehamilan kembar tidak identik adalah kehamilan kembar yang berasal dari dua telur yang dibuahi sperma yang berbeda. Kecenderungan kehamilan ini lebih besar daripada kembar identik, yaitu kira-kira 2/3 total kehamilan kembar. Jenis kelamin dari anak kembar yang dilahirkan dapat sama atau berbeda. Mereka pun memiliki rupa yang berbeda seperti anak-anak lain dalam keluarga.

 

Beberapa fakta dan komplikasi pada  kehamilan gemeli

Jika ibu dan pasangan sedang menginginkan atau menantikan kehadiran anak kembar, ada baiknya bila ibu mengetahui beragam fakta seputar kehamilan gemeli berikut ini:

  • Kebutuhan kalori lebih banyak

Jika mengandung lebih dari satu janin, ibu hamil membutuhkan asupan kalori yang lebih besar, yaitu sekitar 2.700 kalori per hari. Selain itu, ibu hamil kembar juga butuh asupan nutrisi seperti protein, karbohidrat, mineral, dan vitamin, termasuk asam folat, yang lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan janin.

  • Lebih sering terjadi pada wanita usia di atas 30 tahun

Wanita berusia lebih dari 35–40 tahun berpeluang lebih tinggi untuk melepaskan 2 sel telur atau lebih pada masa ovulasi. Oleh karena itu, peluang untuk hamil kembar lebih besar dibandingkan wanita dengan usia yang lebih muda.

  • Persalinan sering terjadi lebih awal/prematur

Proses persalinan pada kehamilan gemeli biasanya terjadi saat usia kandungan memasuki usia 36 atau 37 minggu, bahkan bisa juga lebih awal dari itu. Kondisi tersebut tentu dapat memengaruhi kondisi bayi kembar. Semakin banyak jumlah janin yang dikandung, semakin tinggi pula risiko janin untuk dilahirkan secara prematur. Bayi kembar dua rata-rata akan lahir ketika kandungan berusia 36 minggu, kembar tiga 32 minggu, kembar empat 30 minggu, sedangkan kembar lima 29 minggu. Dengan demikian, ibu disarankan untuk lebih rutin memeriksakan kondisi kandungan apabila sedang menjalani kehamilan gemeli.

Salah satu komplikasi yang sering terjadi dari kehamilan kembar adalah prematur. Oleh karena itu, calon ibu yang mengandung dua janin atau lebih harus mengenali tanda-tanda kelahiran dini, seperti:

  • Kram perut bagian bawah yang dapat disertai diare.
  • Kontraksi dari rahim yang terus-menerus dan tidak kunjung hilang, sebanyak empat kali atau lebih dalam 20 menit, atau delapan kali atau lebih dalam 1 jam.
  • Penekanan pada punggung bagian bawah.
  • Peningkatan flek vagina.

Apabila terdapat tanda-tanda di atas, segeralah pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

  • Risiko komplikasi kehamilan lebih tinggi

Dibandingkan ibu yang hamil 1 janin, ibu yang hamil kembar memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, anemia, hipertensi, hiperemesis gravidarum, abruptio plasenta, perdarahan dan preeklamsia. Tak hanya menimbulkan dampak pada ibu hamil, kehamilan gemeli juga bisa berdampak pada janin. Bayi yang terlahir kembar diketahui lebih berisiko terlahir dengan berat badan rendah.

  • Gejala morning sickness terasa lebih parah

Morning sickness yang kerap dialami ibu hamil disebabkan oleh meningkatnya hormon kehamilan. Janin kembar di dalam kandungan bisa membuat gejala tersebut lebih parah daripada kehamilan tunggal, karena kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi.

  • Kenaikan berat badan lebih banyak

Pertumbuhan berat badan ibu hamil pada kehamilan gemeli umumnya lebih besar, sebab ada lebih dari satu janin. Selain itu, plasenta dan cairan ketuban pun juga lebih banyak. Rata-rata pertambahan berat badan pada kehamilan tunggal adalah 11 kg, sedangkan ibu yang hamil kembar bisa mengalami peningkatan berat badan hingga 15–16 kg.

  • Risiko terjadinya twin-to-twin transfusion syndrome

Komplikasi lain yang bisa terjadi pada kehamilan gemeli adalah twin-to-twin transfusion syndrome (TTS). Kondisi ini ini terjadi ketika terdapat ketidakseimbangan aliran darah dari plasenta menuju janin, sehingga salah satu janin menerima lebih banyak darah dan nutrisi daripada janin lainnya. Kehamilan gemeli atau kembar memang lebih berisiko dibandingkan kehamilan normal dengan 1 janin. Namun, bukan berarti ibuj tidak dapat menjalani kehamilan dengan sehat dan aman.

  • Penyakit bawaan lahir untuk bayi (kelainan kongenital)

Penyakit bawaan lahir sering terjadi pada bayi yang terlahir prematur, termasuk bayi kembar yang terlahir lebih cepat dari waktu perkiraan lahirnya. Beberapa jenis penyakit kongenital yang cukup banyak dialami bayi kembar adalah penyakit jantung bawaan, gangguan pada mata (ROP), gangguan pendengaran, masalah pernapasan, dan gangguan tumbuh kembang.

  • Gangguan pertumbuhan di dalam rahim (IUGR)

Pada beberapa bulan pertama kehamilan, laju pertumbuhan janin kembar hampir sama dengan kehamilan tunggal. Namun, pada kondisi tertentu, pertumbuhan dan perkembangan janin kembar bisa melambat. Melambatnya pertumbuhan pada janin bisa menimbulkan kondisi yang disebut intrauterine growth restriction (IUGR). Pada janin kembar dua, IUGR terjadi ketika kandungan berusia 30–32 minggu. Sedangkan pada kembar tiga, IUGR bisa mulai terjadi pada usia kandungan 27–28 minggu. Ada beberapa faktor yang diduga dapat menyebabkan terjadinya IUGR pada janin, misalnya plasenta tidak mampu memberikan asupan nutrisi dan oksigen pada janin kembar, sehingga tumbuh kembangnya bermasalah.

  • Keguguran

Vanishing twin syndrome (VTS) merupakan kondisi ketika satu atau lebih janin di dalam kandungan menghilang atau keguguran. VTS sering terjadi ketika kehamilan kembar berada di trimester pertama dan terkadang disertai dengan perdarahan. Risiko keguguran juga lebih tinggi terjadi pada trimester berikutnya.

  • Volume cairan ketuban tidak normal

Gangguan pada volume atau jumlah cairan ketuban merupakan komplikasi kehamilan kembar yang sering terjadi, terutama pada janin kembar yang berbagi plasenta.

  • Tali pusat terbelit

Pada janin kembar yang berbagi kantung ketuban yang sama, risiko terbelit tali pusar mungkin saja terjadi. Jika kondisi ini terjadi, janin mungkin perlu sering dipantau ketika kandungan berada di trimester ketiga.

Selain fakta di atas, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi juga sebagai berikut:

  1. Stillbirth
    Kemungkinan bayi lahir dalam kondisi meninggal.
  2. Single or Multiple Fetal Demise
    Satu atau kedua bayi menderita penyakit berbahaya yang mematikan.
  3. Single Fetal Demise and Co-twin Morbidity
    Satu bayi meninggal dan kembarannya mengalami sakit.
  4. Single Fetal Demise and Maternal Morbidity
    Kematian salah satu bayi dan komplikasi kesehatan pada ibu.
  5. Disseminated Intravascular Coagulation
    Pendarahan hebat yang terjadi akibat aliran darah yang tersumbat, sehingga sel pembeku darah untuk mengendalikan pendarahan berkurang.
  6. Low Birth Weight
    Bayi yang lahir dalam kondisi prematur serta bayi dengan berat badan yang sangat kecil.

 

Hal yang sangat perlu ibu ingat ketika menaglami hamil kembar adalah memeriksakan kondisi kehamilan secara rutin ke dokter. Dengan demikian, dokter bisa selalu memantau kondisi janin dan mendeteksi sejak dini jika ada masalah dalam kehamilan, sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Gejala kehamilan kembar

Gejala kehamilan kembar sama seperti gejala kehamilan pada umumnya. Pada awalnya, calon ibu dapat merasakan gejala kehamilan normal seperti terlambat haid, mual, pembesaran rahim, dan lain-lain. Namun, biasanya gejala kehamilan kembar dilihat dari perkembangan rahim yang lebih besar. Selain itu, berat badan calon ibu juga naik secara mencolok, yaitu sebanyak 18-23 kg dan tidak disebabkan oleh bengkak atau obesitas.

Penyebab kehamilan kembar

Ada berbagai macam faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan kembar, seperti:

  • Ras. Ternyata, ras Afrika memiliki frekuensi kehamilan kembar lebih tinggi dari kulit putih.
  • Umur. Semakin tinggi umur, yakni di atas 35 tahun, maka semakin tinggi frekuensi kehamilan kembar. Barulah setelah umur 40 tahun frekuensi kehamilan kembar menurun lagi.
  • Frekuensi kehamilan ibu. Frekuensi kehamilan kembar meningkat sesuai dengan jumlah kehamilan ibu.
  • Waktu. Kemungkinan kehamilan kembar meningkat sesaat setelah penghentian waktu penggunaan kontrasepsi pil.
  • Keturunan. Jika terdapat riwayat keturunan kembar dari pihak ibu, maka kemungkinan kehamilan kembar lebih meningkat.
  • Terapi infertilitas. Obat-obatan saat terapi tersebut dapat merangsang indung telur untuk mengeluarkan telur lebih dari satu, sehingga dapat dibuahi pada waktu yang sama.

 

Diagnosis kehamilan kembar

Dalam mendiagnosis kehamilan kembar, dokter akan melakukan serangkaian tindakan, mulai dari wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada wawancara, dokter akan menanyakan kapan haid terakhir, riwayat kontrasepsi, riwayat kehamilan sebelumnya, riwayat program bayi tabung, riwayat kembar dalam keluarga, dan informasi penting lainnya. Sementara pada pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa tanda vital dan keadaan umum ibu yang kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kehamilan.
Pada pemeriksaan kehamilan, dokter akan mencurigai kehamilan kembar jika besar kandungan melebihi usia kandungan, teraba bagian janin lebih dari satu janin, dan terdengar detak jantung janin pada dua lokasi. Pemeriksaan penunjang yang perlu dilakukan adalah USG, pemeriksaan hormon, serta pemeriksaan rutin lainnya seperti pemeriksaan darah dan urine.

 

Tips Kehamilan Kembar
Jika ibu mengalami kehamilan kembar, lakukan tips berikut agar kehamilan senantiasa lancar hingga persalinan:

  • Konsumsi nutrisi yang cukup. Jangan lupa untuk memperhatikan asam folat, besi, dan kalsium.
  • Hindari merokok, minum alkohol, dan kafein berlebihan.
  • Kurangi aktivitas fisik. Beberapa dokter menganjurkan untuk menghentikan aktivitas fisik setelah 24 minggu kehamilan.
  • Istirahat cukup, terutama setelah minggu ke-24 kehamilan.
  • Rutin memeriksakan kandungan ke dokter.

Kebutuhan nutrisi calon ibu akan bertambah saat kehamilan kembar, sehingga suplemen tambahan seperti besi perlu diberikan. Zat ini berguna untuk mencegah anemia selama kehamilan. Selain itu, calon ibu dianjurkan untuk menyantap makanan yang mengandung banyak protein. Cara makan juga perlu diperhatikan dengan benar. Sebaiknya konsumsi makanan dalam jumlah sedikit tetapi dalam frekuensi yang sering, dibandingkan menyantap makanan dalam jumlah besar sekaligus.

Untuk kepentingan calon ibu dan janin kembar yang dikandungnya, pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan lebih sering. Lakukan pemeriksaan setiap minggu saat kehamilan mencapai usia 36, agar tanda-tanda komplikasi dapat diketahui lebih dini dan lebih cepat ditangani. Kehamilan kembar dapat dilahirkan secara normal. Biasanya operasi cesar akan dipilih bila diperlukan, misalnya jika salah satu janin sungsang.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *