Hiperbilirubin Pada Bayi Baru Lahir Beserta Cara Mengatasinya

Posted on

Bilirubin adalah pigmen kuning dalam darah dan tinja atau zat limbah yang terbentuk dari proses pemecahan sel darah merah. Kondisi ini dapat disebabkan proses fisiologis, patologis, atau kombinasi keduanya. Hiperbilirubin terjadi ketika kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi yang menyebabkan bayi terlihat berwarna kuning.

Hiperbilirubin akan terjadi jika bilirubin tidak diproses sebagaimana mestinya oleh hati. Hal tersebut bisa terjadi karena jumlah bilirubin yang dihasilkan dari penghancuran sel darah terlalu banyak, sehingga hati tidak sempat memprosesnya, atau memang karena ada gangguan pada organ hati. Ketika hal ini terjadi, maka permukaan kulit dan bagian putih pada mata menjadi berwarna kuning, kondisi ini disebut jaundice.

 

Beberapa penyebab bayi kuning yang tidak normal, antara lain:

  1. Inkompabilitas (ketidakcocokan) rhesus atau golongan darah antara ibu dan bayi.
  2. Kelainan darah.
  3. Infeksi.
  4. Lebam di kepala akibat proses persalinan terutama pada bantuan vakum.
  5. Saluran empedu tersumbat atau tidak terbentuk (atresia bilier). Biasanya juga disertai tinja berwarna pucat.

Peningkatan kadar bilirubin, selain dari kulit yang berwarna kuning juga dapat diketahui dimana urin menjadi berwarna seperti kuning pekat, dan bagian putih kedua bola mata menjadi kuning. Untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan kadar bilirubin darah melalui pemeriksaan darah.

 

Pemeriksaan Darah Untuk Mengetahui Kadar Normal Bilirubin

Melakukan pemeriksaan darah sangat perlu untuk memastikan kadar bilirubin. Pemeriksaan tersebut dilakukan beberapa hari pertama sejak bayi lahir. Hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya dampak yang berbahaya dan mengancam keselamatan bayi. Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin normal seharusnya di bawah 5 mg/dL. Namun, tidak sedikit bayi baru lahir yang memiliki kadar bilirubin melebihi kadar tersebut. Untuk sebagian kasus jaundice ringan pada bayi baru lahir, tidak dibutuhkan terapi khusus atau tindakan medis. Kondisi ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2-3 minggu. Namun untuk kondisi yang lebih berat, perlu mendapat penanganan intensif oleh dokter di rumah sakit.

Penanganan yang diberikan oleh dokter bertujuan untuk mencegah kondisi berbahaya, yaitu kernikterus, akibat jaundice yang dibiarkan terlalu lama. Kondisi ini merupakan salah satu jenis kerusakan otak yang disebabkan oleh tingginya kadar bilirubin dalam darah bayi.

     Berikut kadar bilirubin tinggi sesuai usia bayi:

  • Lebih dari 10 mg/dL pada bayi usia kurang dari 1 hari
  • Lebih dari 15 mg/dL pada bayi usia 1-2 hari
  • Lebih dari 18 mg/dL pada bayi usia 2-3 hari
  • Lebih dari 20 mg/dL pada bayi usia lebih dari 3 hari.

Cara Menangani Kadar Bilirubin yang Tinggi

Berikut merupakan beberapa penanganan yang dapat dilakukan sebagai upaya menurunkan tingkat kadar bilirubin hingga normal pada bayi yang baru lahir, di antaranya:

  1. Terapi sinar (fototerapi)
    Terapi fototerapi, disini bayi akan ditempatkan di bawah sinar khusus yang tampak biru kehijauan. Sinar tersebut diharapkan akan membantu mengubah molekul bilirubin sehingga dapat dikeluarkan melalui urine dan tinja. Selama proses tersebut, bayi hanya diperbolehkan menggunakan popok dan pelindung mata.
  2. Transfusi imunoglobulin
    Adalah langkah lanjutan untuk penanganan bayi kuning, terutama yang disebabkan perbedaan rhesus golongan darah bayi dan ibu (inkompatibilitas rhesus). Kondisi ini membuat bayi mendapatkan banyak antibodi dari tubuh ibu, yang akan menyerang sel darah bayi, sehingga terjadi pemecahan sel darah yang banyak. Pemberian infus imunoglobulin (IVIg), dapat membantu mengurangi jumlah antibodi tersebut, sehingga jaundice dapat teratasi.
  3. Transfusi pergantian darah
    Penanganan dengan cara ini hanya dilakukan jika bayi yang mengalami jaundice berat yang tidak menunjukkan respons terhadap terapi lain. Transfusi penggantian darah dilakukan dengan mengambil sebagian kecil darah dari tubuh bayi, kemudian menggantinya dengan darah donor, dan dilakukan secara berulang. Tujuannya adalah agar darah dalam tubuh bayi bebas dari kadar bilirubin yang tinggi dan antibodi ibu.

Tingkat bilirubin normal merupakan salah satu tanda kondisi bayi sehat. Jika bayi tampak kuning dan dicurigai mengalami bilirubin yang terlalu tinggi, sebaiknya ibu segera ambil tindakan untuk memeriksakan bayi ke dokter anak agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *