Hidung Mimisan Saat Hamil Serta Cara Menanganinya

Posted on

Apa itu mimisan? Pernahkah anda pernah mengalaminya? dan apakah mimisan adalah hal yang wajar terjadi ketika hamil? Mari kita bahas sama-sama ya.

Mimisan atau epistaksis adalah perdarahan yang terjadi di hidung. Meski terlihat menyeramkan, mimisan bukanlah kondisi yang berbahaya. Langkah awal penanganan dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Hampir semua orang pernah mengalami mimisan. Meski begitu, kondisi ini lebih sering dialami oleh anak-anak usia 3-10 tahun, lansia, wanita hamil, penderita kelainan darah, dan orang yang mengonsumsi obat pengencer darah. Darah dapat keluar dari salah satu atau kedua lubang hidung dengan durasi yang berbeda-beda. Ada yang berlangsung hanya selama beberapa detik, namun ada juga yang lebih dari 20 menit. Meskipun bukan kondisi yang berbahaya, anda tetap perlu waspada karena mimisan dapat menjadi gejala dari suatu penyakit.

Pada saat wanita sedang hamil, tentu akan mengalami berbagai keluhan kesehatan yang membuat khawatir, salah satunya ialah mimisan. Meski demikian, ibu hamil tidak perlu cemas berlebihan. Mimisan dengan intensitas ringan sebenarnya tergolong normal selama masa kehamilan. Biasanya mimisan akan lebih sering terjadi saat usia kandungan sudah memasuki trimester kedua. Mimisan saat hamil umumnya terjadi karena adanya perubahan hormon selama masa kehamilan.

 

Penyebab mimisan saat hamil

Ketika mengandung, suplai darah dalam tubuh ibu hamil akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan oksigen janin. Kondisi ini menyebabkan pembuluh darah ibu hamil melebar, termasuk pembuluh darah hidung. Selain itu, tekanan pada pembuluh darah halus di sekitar hidung juga ikut meningkat. Akibatnya, saluran hidung dan saluran napas menjadi bengkak, yang menyebabkan pembuluh darah menjadi lebih mudah pecah.

Mimisan juga bisa muncul saat ibu hamil mengalami pilek, sinusitis, atau alergi, serta bila selaput di dalam hidung terlalu kering akibat cuaca dingin atau berangin. Cedera pada hidung dan kondisi medis tertentu, seperti hipertensi atau gangguan pembekuan pada aliran darah, juga dapat menyebabkan mimisan saat hamil.

 

Pengaruh mimisan terhadap kehamilan

Mimisan saat hamil umumnya tidak berbahaya bagi ibu dan janin, terlebih jika hanya terjadi sesekali. Namun, ibu hamil perlu mewaspadai jika mimisan terjadi lebih dari satu kali atau terjadi secara terus-menerus. Pasalnya, mimisan semacam itu kemungkinan berhubungan dengan peningkatan risiko perdarahan pasca melahirkan.

 

Cara menghentikan mimisan saat hamil

Jika mengalami mimisan saat hamil, ibu hamil sebaiknya jangan panik. Tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah penanganan mimisan berikut ini:

  • Duduk tegak dan tundukkan kepala sedikit.
  • Hindari posisi tidur atau menengadahkan kepala ke atas, karena akan membuat darah menetes ke bawah bagian belakang tenggorokan.
  • Pencet bagian bawah hidung dengan ibu jari dan jari telunjuk.
  • Bernapas lewat mulut dan tekan hidung selama 10-15 menit tanpa henti.
  • Duduk tegak atau berdiri tegak, untuk menurunkan tekanan darah di rongga hidung, agar mencegah perdarahan lebih lanjut.
  • Kemudian, kompres hidung dengan es yang dibungkus handuk atau kain.
  • Bumil boleh tidur miring jika merasa lemas.

Untuk mencegah mimisan saat hamil terulang kembali, hindari hal-hal berikut setidaknya selama 24 jam setelah mimisan:

  • Membuang lendir (ingus) terlalu kuat
  • Membungkuk
  • Melakukan aktivitas berat
  • Tidur telentang
  • Mengorek hidung

Selain itu, hindari juga mengonsumsi minuman beralkohol atau minuman panas, karena dapat menyebabkan pembuluh darah di hidung melebar dan memperparah mimisan.

Mimisan saat hamil tergolong normal dan tidak berbahaya bagi ibu hamil. Namun jika mimisan saat hamil tidak berhenti setelah melakukan langkah-langkah di atas, atau setelah memencet hidung selama 20 menit, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Bisa jadi, kondisi tersebut adalah masalah serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *